Home » sabung ayam online » Penjelasan Mendetail Sabung Ayam toraja

Penjelasan Mendetail Sabung Ayam toraja

foto warga toraja utara bebas judi sabung ayam
foto warga toraja utara bebas judi sabung ayam
Berikut kami sampaikan penjabaran daripada definisi ayam. Menurut keterangan dari dari Wikipedia, Ayam Merupakan :

Ayam peliharaan sabung ayam toraja

sabung ayam toraja merupakan unggas yang umum dipelihara orang guna dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup pemeliharanya. Ayam peliharaan (selanjutnya disingkat “ayam” saja) adalahketurunan langsung dari di antara subspesies ayam hutan yang diketahui sebagai ayam hutan merah (Gallus gallus) atau ayam bangkiwa (bankiva fowl). Kawin silang antarras ayam sudah menciptakan ratusan galur unggul atau galur murni dengan bermacam-macam-ragam fungsi; yang betul-betul lazim yakni ayam potong (untuk dipotong) dan ayam petelur (untuk dipungut telornya). Ayam biasa bisa pula dikawin silang dengan kerabat dekatnya, ayam hutan hijau, yang menjadikan hibrida mandul yang jantannya diketahui sebagai ayam bekisar.

Dengan populasi lebih dari 24 milyar pada tahun 2003, Firefly’s Bird Encyclopaedia mengungkapkan terdapat lebih tak sedikit ayam di dunia ini ketimbang burung lainnya. Ayam memasok dua sumber protein dalam pangan: daging ayam dan telur.

Sudut pandang tradisional peternakan ayam dalam domestikasi spesies ini termaktub dalam Encyclopædia Britannica (2007): “Manusia kesatu mendomestikasi ayam asal India untuk keperluan adu ayam di Asia, Afrika, dan Eropa. Tidak terdapat perhatian khusus diserahkan ke buatan telur atau daging

Berdasarkan dari Habitatnya, Berikut Penjelasannya :
Ayam peliharaan berasal dari domestikasi ayam hutan merah (ayam bangkiwa, Gallus gallus) yang hidup di India. Melainkan demikian, pengujian molekular menampakkan dapat jadi sumbangan plasma nutfah dari G. sonneratii, karena ayam hutan merah tak memiliki sifat kulit warna kuning yang menjadi di antara ciri ayam peliharaan.

penjelasan ayam broiler

Ayam memperlihatkan perbedaan morfologi di antara kedua macam kelamin (dimorfisme seksual). Ayam jantan (pintar, rooster) lebih atraktif, berukuran lebih besar, mempunyai jalu panjang, berjengger lebih besar, dan bulu ekornya panjang menjuntai. Ayam betina (babon, hen) relatif kecil, berukuran kecil, jalu pendek atau nyaris tak tampak, berjengger kecil, dan bulu ekor pendek. Perkelaminan ini dibatasi oleh cara hormon. Seandainya terjadi gangguan pada faedah fisiologi tubuhnya, ayam betina bisa berganti kelamin menjadi jantan sebab ayam dewasa masih memiliki ovotestis yang dorman dan sewaktu-waktu dapat aktif.

Sebagai binatang peliharaan, ayam dapat mengekor ke mana manusia membawanya. Hewan ini amat adaptif dan dapat dikatakan dapat hidup di sembarang tempat, asalkan ada makanan baginya. Karena tak sedikit sekali ayam peliharaan telah kehilangan kemampuan terbang yang baik, mereka lebih tidak tidak banyak menghabiskan waktu di tanah atau kadang-kadang di pohon.

Ayam berukuran kecil kadang-kadang dimangsa oleh unggas pemangsa, laksana elang.

Di Indonesia diketahui istilah ayam ras dan ayam bukan ras (buras, atau kampung). Dalam pengertian “ayam ras” menurut penjelasan dari istilah itu yang dimaksud sebetulnya yakni ras yang dioptimalkan untuk usaha komersial massal, seperti Leghorn (“lehor”). Ke dalam golongan ayam buras terdapat pula ras lokal ayam yang khas namun tak dikembangkan untuk usaha komersial massal. Ayam-ayam ras lokal demikian kini mulai dioptimalkan (dimurnikan) sebagai ayam sabung, ayam timangan (pet), atau untuk acara ritual. Berikut ini adalah ras lokal ayam di Nusantara yang telah dioptimalkan untuk sifat/penampilan tertentu:

ayam pelung, ras lokal dan unggul dari Priangan (Kabupaten Cianjur) yang mempunyai kokokan yang khas (panjang dan bernada unik), termasuk ayam hias;

ayam kedu (termasuk ayam cemani), ras lokal dan mulia dari distrik Kedu dengan ciri khas warna hitam legam sampai moncong dan dagingnya, termasuk ayam pedaging dan ayam hias;

ayam nunukan, ras lokal dan mulia dari Nunukan, Kaltim, dengan wujud badan tegap dan ukuran besar, keturunan ayam aduan, termasuk ayam pedaging dan hias;

Ayam walik putih.
Terdapat pula sebanyak istilah untuk menyebut penampilan fenotipe khas tertentu tapi sifat itu tak tidak jarang kali khusus kepunyaan ras tertentu, seperti

ayam walik (frizzle), ayam dengan bulu yang tidak menutupi badan tapi tegak berdiri;

ayam bali, ayam dengan leher tidak berbulu dan jambul di kepalanya, sekarang mulai dibiakmurnikan;

ayam katai (bantam), istilah biasa untuk ayam dengan ukuran kecil (proporsi panjang kaki dengan ukuran badan lebih kecil ketimbang ayam “normal”), ada sekian tidak sedikit ras lokal dan ras murni seleksi yang masuk kumpulan ini;

ayam ketawa, ayam (jantan) seleksi dengan bunyi kokok terputus-putus seperti orang mengakak, diduga pertama kali sengaja diseleksi di Sulawesi Selatan, tetapi kini telah tersebar di sekian tak sedikit daerah.

ayam bangkok

Tipe dari Ayam Bangkok
Ayam bangkok pertama kali diketahui di Cina pada 1400 SM. Ayam variasi ini acap kali kali dihubungkan dengan aktivitas sabung ayam (adu ayam). Lama-kelamaan kesibukan sabung ayam makin meluas pada pencarian benih-bibit petarung yang andal. Pada masa itu, bangsa Cina sukses mengawinsilangkan ayam kampung mereka dengan beraneka macam ayam mahir dari India, Vietnam, Myanmar, Thailand dan Laos. Para pencari bibit itu berusaha memperoleh ayam yang dapat meng-KO lawan melulu dengan satu kali tendangan.

Berdasarkan penjelasan dari catatan, sekitar seabad lalu, orang-orang Thailand sukses mengejar jagoan baru yang disebut king’s chicken. Ayam ini punya gerakan kencang, pukulan yang mematikan dan saat bertarung otaknya jalan. Para penyabung ayam dari Cina menyebut ayam ini: leung hang qhao. Jikalau di negeri sendiri, dia dikenal sebagai ayam bangkok.

Asal tahu saja, jagoan baru hal yang demikian sukses mengalahkan hampir semua ayam domestik di Cina. Inilah yang menyokong orang-orang di Cina menjelajahi hutan cuma untuk mencari ayam absah yang akan disilangkan dengan ayam bangkok tadi. Harapannya, ayam silangan ini dapat mengalahkan keperkasaan mahir dari Thailand itu.

Konon, pada era enam puluhan di Laos nongol sebuah strain baru ayam aduan yang bisa menyaingi kedigdayaan ayam bangkok. Namun setelah terjadi kawin silang yang terus-menerus karenanya nyaris tak diketahui lagi perbedaan antara ayam aduan dari Laos dengan ayam bangkok dari Thailand.

Di Thailand dan Laos, ada sebanyak nama penyabung mesti dicatat, seperti Vaj Kub, Xiong Cha Is dan kolonel Ly Xab. Pada 1975, ayam bangkok milik Vaj Kub sempat menguasai Nampang, ajang adu ayam yang cukup bergengsi di negeri PM Thaksin Sinawatra itu. Ayam yang memiliki nama Bay itu adalahsalah satu hasil tangan dingin Vaj Kub dalam melatih dan mencari bibit ayam aduan yang handal.

Kedigdayaan ayam-ayam hasil ternakan Vaj Kub berhasil disaingi rekan sejawatnya dari kota Socra, Malaysia. Mereka dari negeri jiran tersebut bisa menelurkan parent stock atau indukan unggul. Hanya saja, pada generasi berikutn ya, Mr. Thao Chai dari Thailand berhasil mengalahkan dominasi peternak dari Malaysia. Mr. Thao memberi nama jagoan baru itu, Diamond atau Van Phet.

Berdasarkan penjelasan dari Iwan, Thailand memang tidak perlu diragukan lagi sebagai negara penghasil ayam bangkok unggul. Pun sektor ini telah ditentukan sebagai penambah devisa negeri gajah putih tersebut. Dari Thailand bisnis ayam aduan ini tak cuma merambah lokasi Asia Tenggara saja, tetapi meluas ke Meksiko, Inggris dan Amerika Serikat.

Ada kultur yang berbeda antara sabung ayam di Thailand dan negara kita. Di Thailand, ayam yang bertarung tidak diizinkan memakai taji atau jalu. Hasilnya, ayam yang diadu itu jarang ada yang hingga mati. Kebalikannya di Indonesia, ayam aduan hal yang demikian malahan dibekali taji yang tajam. Taji justeru menjadi senjata pembunuh lawan di kancah.

Di Indonesia, hobi mengadu ayam telah lama dikenal, kaprah-kira sejak dari zaman Kerajaan Majapahit. Kita juga mengetahui sejumlah kisah rakyat yang melegenda soal adu ayam ini, seperti cerita Ciung Wanara, Kamandaka dan Cindelaras. Cerita rakyat tersebut sehubungan erat dengan kisah sejarah dan petuah yang disebutkan secara turun-temurun.

Kota Tuban, Jawa Timur diyakini sebagai kota yang berperan dalam perkembangan ayam aduan. Di sini, ayam bangkok pertama kali disampaikan di negara kita. Tak ada keterangan yang dapat menyebutkan perihal siapa yang pertama kali mengintroduksi ayam bangkok dari Thailand.

Sebetulnya, macam ayam aduan dari dalam negeri (lokal) tidak keok berjenis-jenis, seperti ayam wareng (Madura) dan ayam kinantan (Sumatra). Melainkan ayam-ayam itu belum bisa guna menyaingi kedigdayaan ayam bangkok.

FILM DOKUMENTER PENDEK – TORAJA – HARI YANG LAIN UNTUK BAKKA’ SENDANA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *